In Memorian, The Smiling Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi)

rindu guru

Habib Anis lahir di Garut Jawa Barat, Indonesia pada tanggal 5 Mei 1928. Ayah beliau adalah Habib Alwi. Sedangkan ibu beliau adalah syarifah Khadijah. Ketika beliau berumur 9 tahun, keluarga beliau pindah ke Solo. Setelah berpindah-pindah rumah di kota Solo, ayah beliau menetap di kampung Gurawan, Pasar Kliwon Solo.

Sejak kecil, Habib Anis dididik oleh ayah sendiri, juga bersekolah di madrasah Ar-Ribathah, yang juga berada di samping sekolahannya. Pada usia 22 tahun, beliau menikahi Syarifah Syifa binti Thaha Assagaf, setahun kemudian lahirlah Habib Ali.

Tepat pada tahun itu juga, beliau menggantikan peran ayah beliau, Habib Alwi yang meninggal di Palembang. Habib Ali bin Alwi Al Habsyi adik beliau menyebut Habib Anis waktu itu seperti “anak muda yang berpakaian tua”.

Habib Anis merintis kemaqamannya sendiri dengan kesabaran dan istiqamah, sehingga besar sampai sekarang. Selain kegiatan di Masjid seperti pembacaan Maulid simthud-Durar dan haul Habib Ali Al-Habsyi setiap bulan Maulud, juga ada khataman Bukhari pada bulan sya’ban, khataman Ar-Ramadhan pada bulan Ramadhan. Sedangkan sehari-hari beliau mengajar di zawiyah pada tengah hari.

Pada waktu muda, Habib Anis adalah pedagang batik, dan memiliki kios di pasar Klewer Solo. Kios tersebut ditunggui Habib Ali adik beliau. Namun ketika kegiatan di masjid Ar-Riyadh semakin banyak, usaha perdagangan batik dihentikan. Habib Anis duduk tekun sebagai ulama.

Dari perkawinan dengan Syarifah Syifa Assagaf, Habib Anis dikaruniai enam putera yaitu Habib Ali, Habib Husein, Habib Ahmad, Habib Alwi, Habib Hasan, dan Habib AbdiLlah. Semua putera beliau tinggal di sekitar Gurawan.

Dalam masyarakat Solo, Habib Anis dikenal bergaul lintas sektoral dan lintas agama. Dan beliau netral dalam dunia politik.

Dalam sehari-hari Habib Anis sangat santun dan berbicara dengan bahasa jawa halus kepada orang jawa, berbicara bahasa sunda tinggi dengan orang sunda, berbahasa indonesia baik dengan orang luar jawa dan sunda, serta berbahasa arab Hadrami kepada sesama Habib.

Penampilan beliau rapi, senyumnya manis menawan, karena beliau memang sumeh (murah senyum) dan memiliki tahi lalat di dagu kanannya. Beberapa kalangan menyebutnya The smilling Habib.

Habib Anis sangat menghormati tamu, bahkan tamu tersebut merupakan doping semangat hidup beliau. Beliau tidak membeda-bedakan apahkah tamu tersebut berpangakat atau tidak, semua dijamunya dengan layak. Semua diperlakukan dengan hormat.

Seorang tukang becak (Pak Zen) 83 tahun yang sering mangkal di Masjid Ar-Riyadh mengatakan, Habib Anis itu ulama yang loman (pemurah, suka memberi). Ibu Nur Aini penjual warung angkringan depan Masjid Ar-Riyadh menuturkan, “Habib Anis itu bagi saya orangnya sangat sabar, santun, ucapannya halus. Dan tidak peranah menyakiti hati orang lain apalagi membuatnya marah”.

Saat ‘Idul Adha Habib Anis membagi-bagikan daging korban secara merata melalui RT sekitar Masjid Ar-Riyadh dan tidak membedakan Muslim atau non Muslim. Kalau dagingnya sisa, baru diberikan ke daerah lainnya.

Jika ada tetangga beliau atau handai taulan yang meninggal atau sakit, Habib Anis tetap berusaha menyempatkan diri berkunjung atau bersilautrahmi. Tukang becak yang mangkal di depan Masjid Wiropaten tempat Habib Anis melaksanakan shalat jum’at selalu mendapatkan uang sedekah dari beliau. Menjelang hari raya Idul Fitri Habib Anis juga sering memberikan sarung secara Cuma-Cuma kepada para tetangga, muslim maupun non muslim. “Beri mereka sarung meskipun saat ini mereka belum masuk islam. Insya Allah suatu saat nanti dia akan teringat dan masuk islam.” Demikian salah satu ucapan Habib Anis yang ditirukan Habib Hasan salah seorang puteranya.

Meskipun Habib Anis bin Alwi bin Ali al Habsyi telah meninggalkan kita, namun kenangan dan penghormatan kepada beliau terus saja mengalir disampaikan oleh para habib atau para muhibbin. Habib Husein Mulachela keponakan Habib Anis mengatakan, pada saat meninggalnya Habib Anis dia dan isterinya tidak mendapatkan tiket pesawat, dan baru keesok harinya datang ke Solo melalui bandara Adi Sumarmo Yogyakarta. Selama semalam menunggu, mereka seperti mencium bau minyak wangi Habib Anis di kamarnya. “Aroma itu saya kenal betul karena Habib Anis membuat minyak wangi sendiri, sehingga aromanya khas.”

Dalam salah satu tausiyah, Habib JIndan mengatakan, “Seperti saat ini kkita sedang mengenang seorang manusia yang sangat dimuliakan, yaitu Nabi Muhammad SAW. Kita juga mengenang orang shalih yang telah meningalkan kita pada tanggal 6 Nopember 2006 yaitu guru kita Habib Anis bin alwi bin Ali Al-Habsyi.

Ketika kita hadir pada saat pemakaman Habib Anis, jenazah yang diangkat tampak seperti pengantin yang sedang diarak ke pelaminannya yang baru. Bagi Habib Anis, kita melihat semasa hidup berjuang untuk berdakwah di masjid Ar-Riyadh dan kini setelah meninggal menempati Riyadhul Janah, taman-taman surga. Ketika takziyah pada pemakaman Habib Anis kita seolah-olah mengarak pengantin menuju Riyadhul Jannah, taman-taman surga Allah. Inilah tempat yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman, bertaqwa dan shalih. Kita sekarang seperti para sahabat Habib Ali Al-habsyi, penggubah maulid Simtuh-durar yang mengatakan bahwa, keteka mereka hidup di dunia, mereka seolah-olah tidak merasakan hidup di dunia tetapi hidup di surga. Sebab setiap hari diceritakan tentang akhirat, tentang ketentraman bathin di surga. Dan mereka baru menyadari baha mereka hidup di dunia yang penuh cobaan.

Kita selama ini hidup bersama Habib Anis, bertemu dalam majlis maulid, berjumpa dalam kesempatan rauhah dan berbagai kesempatan lainnya. Dalam berbagai kesempatan itu kita mendengar penuturan yang lembut dan menentramkan, sehingga sepertinya kita di surga. Dan kita merasakan bahwa kita hidup di dunia yang fana ketika menyaksikan bahwa beliau meninggal dunia. Namun begitu, kenangan beliau tetap terbayang di mata kita, kecintaan beliau tetap menyelimuti kita.

Habib AbduLlah Al-hadad ketika menyaksikan kepergian para guru beliau, mengatakan, “Kami kehilangan kebaikan para guru kami ketika mereka meninggal dunia. Segala kegembiraan kami telah lenyap, tempat yang biasa mereka duduki telah kosong, Allah telah mengambil milik-Nya Kami sedih dan kami menangis atas kepergian mereka. Ah…andai kematian hanya menimpa orang-orang yang jahat, dan orang-orang yang baik dibiarkan hidup oleh Allah. Aku akan tetap menangisi mereka selama aku hidup dan aku rindu kepada mereka. Aku akan selalu kasmaran untuk menatap wajah mereka. Aku akan megupayakan hidupku semampukun untuk selalu mengikuti jalan hidup para guruku, meneladani salafushalihin, menempuh jalan leluhurku.”

Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assagaf yang berada di Jeddah bercerita, “Ayahku Habib Ahmad bin AbduRrahman berkata kepadaku, ‘ya…Abdulkadir engkau lihat aku, ketahuilah jangan engkau menyimpang dari jalan orang tuamu’”. Ketika Habib Ahmad bin AbduRrahman meninggal dunia, Habib AbdulKadir tetap menempuh jalan orang tuanya dan dia tidak menyipang sedikitpun jalan yang telah ditempuh oleh Habib Ahmad bin AbduRrahman.

Begitu juga Almarhum Habib Anis, tidak sedikitpun menyimpang dari yang ditempuh oleh ayah beliau, Habib Alwi. Hal serupa terjadi pada Habib Alwi , yang tetap menapaki jalan yang ditempuh oleh ayah beliau Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Dan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi sama juga menempu jalan orang tua, guru dan teladan beliau hingga sampai Nabi Muhammad SAW”……

Sedangkan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, murid senior sekaligus cucu menantu Habib Anis mengatakan, maqam tinggi yang dimiliki Habib Anis didapatkan bukan karena berandai-andai atau duduk – duduk saja. Semua itu beliau peroleh setelah bertahun-tahun menanamkan cinta kepada Allah SWT, para shalihin dan kepada kaum muslimin umumnya. Semoga beliau dalam kuburnya melihat kehadiran kita di majlis ini, bahwa kita sebagai anak didiknya meneruskan perjuangan dakwahnya. Dalam Al-Qur’an disebutkan, ‘Dan sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang’. Artinya kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih Allah menanamkan kepada makhluk-makhluk rasa kasih sayang kepadanya, cinta kepadanya, sebagaimana disabdakan RasuluLlah SAW dalam hadits yang diriwayatkan imam Bukhari, “Jika Allah mencintai hambanya maka Allah akan memanggil Jibril, menyampaikan bahwa Allah mencintai si Fulan. Mulai saat itu Jibril akan mencintai Fulan, sampai kapanpun. Jibril kemudian memanggil ahli langit untuk menyaksikan bahwa Allah mencintai Fulan. Maka ia memerintahkan mereka semua utuk eneicintai Fulan. Dengan begitu para penghuni langit mencintai Fulan. Setelah itu Allah letakkan di atas bumi ini rasa cinta untuk menerima orang yang dicintai Allah tersebut, dapat dekat dengan orang itu.” Dan insya Allah Habib Anis termasuk diantara orang-orang tersebut.”

Ada empat hal yang selalu disampaikan oleh Habib Anis kepada jama’ah yang hadir di majlis beliau, “Pertama, Kalau engkau ingin mengetahui diriku, lihatlah rumahku dan masjidku. Masjid ini tempat aku beribadah mengabdi kepada Allah. Kedua, zawiyah, di situlah aku menggembleng akhlak jama’ah sesuai akhlak Nabi Muhammad SAW. Ketiga, kusediakan buku-buku lengkap di perpustakaan, tempat untuk menuntut ilmu. Dan keempat, aku bangun bangunan megah. Di situ ada pertokoan, karena setiap muslim hendaknya bekerja. Hendaklah ia berusaha untuk mengembangkan dakwah Nabi Muhammad SAW”…….

Kisah nyata di Negeri berkulit hitam (Nigeria)

Subhanallah! Baru saja mendengar berita mengenai seorang bayi yang membawa kitab suci Al Quran ketika lahir. Allah SWT tak pernah berhenti menunjukkan kuasa-Nya. Seorang bayi di Nigeria lahir sembari membawa Al Quran dari rahim ibunya. Sejatinya, ibu bayi tersebut beragama Kristen, tapi pasca melihat mukjizat Allah tersebut, sang ibu dan nenek bayi tersebut langsung mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan diri masuk Islam.
Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5) kemarin, bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu. Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah Mushaf kecil di tangannya.
Kikelomo Ilori, nama ibu bayi tersebut. Wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.
Kelahiran bayi tersebut pun menyedot perhatian para ulama di negara benua hitam tersebut. Para ulama di Nigeria berkumpul untuk memberikan nama kepada bayi tersebut. Setelah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.
Untuk menghindari syirik dan kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu bila bayinya bukanlah seorang nabi, meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Al Quran. Menurutnya, kejadian itu merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan.
Dalam acara pemberian nama itu, turut hadir ulama setempat, Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua Nasrulifathi Society of Nigeria, NASFAT, Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Alifathiaquareeb Islamic Society of Nigeria.
Kelahiran sang bayi pun memberi berkah bagi tetangga sekampung. Pedagang tumpah ruah menjual berbagai souvenir terkait bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto bayi tersebut.
Tak heran bila kelahiran bayi tersebut dianggap kontroversi sebagian pihak. Sebagian pihak berkata mustahil, tapi sebagian lainnya menganggap kejadian tersebut adalah kuasa Tuhan, dimana tak ada yang mustahil bagi-Nya.
Bahkan, seorang dokter dipecat gara-gara mengatakan kejadian tersebut adalah hoax alias berita bohong. Padahal saksi, media dan ibunya sendiri menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Semoga berita di atas bermanfaat ^^

Al Imam Al Faqih Al Muqaddam Muhammad

Al Imam Al Faqih Al Muqaddam Muhammad

[Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad – Ali – Muhammad Shohib Mirbath – Ali Khali’ Qasam – Alwi – Muhammad – Alwi – Ubaidillah – Ahmad Al-Muhajir – Isa Ar-Rumi – Muhammad An-Naqib – Ali Al-‘Uraidhi – Ja’far Ash-Shodiq – Muhammad Al-Baqir – Ali Zainal Abidin – Husain – Fatimah Az-Zahro – Muhammad SAW]
Beliau adalah Al-Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Al-Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa, dan terus bersambung nasabnya sampai Rasulullah SAW. Beliau dijuluki dengan Al-Faqih Al-Muqaddam (seorang faqih yang diunggulkan).
Beliau adalah al-’arif billah, seorang ulama besar, pemuka para imam dan guru, suri tauladan bagi al-’arifin, penunjuk jalan bagi as-salikin, seorang qutub yang agung, imam bagi Thariqah Alawiyyah, seorang yang mendapatkan kewalian rabbani dan karomah yang luar biasa, seorang yang mempunyai jiwa yang bersih dan perjalanan hidupnya terukir dengan indah.

Beliau adalah seorang yang diberikan keistimewaan oleh Allah SWT, sehingga beliau mampu menyingkap rahasia ayat-ayat-Nya. Ditambah lagi Allah memberikannya kemampuan untuk menguasai berbagai macam ilmu, baik yang dhohir ataupun yang bathin.
Beliau dilahirkan pada tahun 574 H. Beliau mengambil ilmu dari para ulama besar di jamannya. Di antaranya adalah Al-Imam Al-Allamah Al-Faqih Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Salim Marwan Al-Hadhrami At-Tarimi. Al-Imam Abul Hasan ini adalah seorang guru yang agung, pemuka para ulama besar di kota Tarim. Selain itu beliau (Al-Faqih Al-Muqaddam) juga mengambil ilmu dari Al-Faqih Asy-Syeikh Salim bin Fadhl dan Al-Imam Al-Faqih Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Ubaid (pengarang kitab Al-Ikmal Ala At-Tanbih). Gurunya itu, yakni Al-Imam Abdullah bin Abdurrahman, tidak memulai pelajaran kecuali kalau Al-Faqih Al-Muqaddam sudah hadir. Selain itu beliau (Al-Fagih Al-Muqaddam) juga mengambil ilmu dari beberapa ulama besar lainnya, diantaranya Al-Qadhi Al-Faqih Ahmad bin Muhammad Ba’isa, Al-Imam Muhammad bin Ahmad bin Abul Hubbi, Asy-Syeikh Sufyan Al-Yamani, As-Sayyid Al-Imam Al-Hafidz Ali bin Muhammad bin Jadid, As-Sayyid Al-Imam Salim bin Bashri, Asy-Syeikh Muhammad bin Ali Al-Khatib, Asy-Syeikh As-Sayyid Alwi bin Muhammad Shohib Mirbath (paman beliau) dan masih banyak lagi.
Dalam mengambil sanad keilmuan dan thariqahnya, beliau mengambil dari dua jalur sekaligus. Jalur pertama adalah beliau mengambil dari orangtua dan pamannya, orangtua dan pamannya mengambil dari kakeknya, dan terus sambung-menyambung dan akhirnya sampai kepada Rasulullah SAW. Adapun jalur yang kedua, beliau mengambil dari seorang ulama besar dan pemuka ahli sufi, yaitu Sayyidina Asy-Syeikh Abu Madyan Syu’aib, melalui dua orang murid Asy-Syeikh Abu Madyan, yaitu Abdurrahman Al-Maq’ad Al-Maghrobi dan Abdullah Ash-Sholeh Al-Maghrobi. Kemudian Asy-Syeikh Abu Madyan mengambil dari gurunya, gurunya mengambil dari gurunya, dan terus sambung-menyambung dan akhirnya sampai kepada Rasulullah SAW.
Di masa-masa awal pertumbuhannya, beliau menjalaninya dengan penuh kesungguhan dan mencari segala hal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Beliau berpegang teguh pada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah, serta mengikuti jejak-jejak para Sahabat Nabi dan para Salafus Sholeh. Beliau ber-mujahadah dengan keras dalam mendidik akhlaknya dan menghiasinya dengan adab-adab yang sesuai dengan syariah.
Beliau juga giat dalam menuntut ilmu, sehingga mengungguli ulama-ulama di jamannya dalam penguasaan berbagai macam ilmu. Para ulama di jamannya pun mengakui akan ketinggian dan penguasaannya dalam berbagai macam ilmu. Mereka juga mengakui kesempurnaan yang ada pada diri beliau untuk menyandang sebagai imam di jamannya.
Mujahadah beliau di masa-masa awal pertumbuhannya bagaikan mujahadahnya orang-orang yang sudah mencapai maqam al-’arif billah. Allah-lah yang mengaruniai kekuatan dan keyakinan di dalam diri beliau. Allah-lah juga yang mengaruniai beliau berbagai macam keistimewaan dan kekhususan yang tidak didapatkan oleh para qutub yang lainnya. Hati beliau tidak pernah kosong sedetikpun untuk selalu berhubungan dengan Allah. Sehingga tampak pada diri beliau asrar, waridad, mawahib dan mukasyafah.
Beliau adalah seorang yang tawadhu dan menyukai ketertutupan di setiap keadaannya. Beliau pernah berkirim surat kepada seorang pemuka para ahli sufi yang bernama Asy-Syeikh Sa’ad bin Ali Adz-Dzofari. Setelah Asy-Syeikh Sa’ad membaca surat itu dan merasakan kedalaman isi suratnya, ia terkagum-kagum dan merasakan asrar dan anwar yang ada di dalamnya. Kemudian ia membalas surat tersebut, dan di akhir suratnya ia berkata, “Engkau, wahai Faqih, orang yang diberikan karunia oleh Allah yang tidak dipunyai oleh siapapun. Engkau adalah orang yang paling mengerti dengan syariah dan haqiqah, baik yang dhohir maupun yang bathin.”
Berkata Al-Imam Asy-Syeikh Abdurrahman As-Saggaf tentang diri Al-Faqih Al-Muqaddam, “Aku tidak pernah melihat atau mendengar suatu kalam yang lebih kuat daripada kalamnya Al-Faqih Muhammad bin Ali, kecuali kalamnya para Nabi alaihimus salam. Kami tidak dapat mengunggulkan seorang wali pun terhadapnya (Al-Faqih Al-Muqaddam), kecuali dari golongan Sahabat Nabi, atau orang yang diberikan kelebihan melalui Hadits seperti Uwais (Al-Qarni) atau selainnya.”
Beliau, Al-Faqih Al-Muqaddam, pernah berkata, “Aku terhadap masyakaratku seperti awan.” Suatu hari dikisahkan bahwa beliau pernah tertinggal pada saat ziarah ke kubur Nabiyallah Hud alaihis salam. Beliau berkisah, “Pada suatu saat aku duduk di suatu tempat yang beratap tinggi. Tiba-tiba datanglah Nabiyallah Hud ke tempatku sambil membungkukkan badannya agar tak terkena atap. Lalu ia berkata kepadaku, ‘Wahai Syeikh, jika engkau tidak berziarah kepadaku, maka aku akan berziarah kepadamu.’”
Dikisahkan juga bahwa pada suatu saat ketika beliau sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya, datanglah Nabi Khidir alaihis salam menyerupai seorang badui dan diatas kepalanya terdapat kotoran. Bangunlah Al-Faqih Al-Muqaddam, lalu mengambil kotoran tersebut dari kepalanya dan kemudian memakannya. Kejadian tersebut membuat para sahabatnya terheran-heran. Akhirnya mereka bertanya, “Siapakah orang itu?.” Maka Al-Faqih Al-Muqaddam menjawab, “Dia adalah Nabi Khidir alaihis salam.”
Beliau, Al-Faqih Al-Muqaddam, banyak menghasilkan para ulama besar di jamannya. Beberapa ulama besar berhasil dalam didikan beliau. Yang paling terutama adalah dua orang muridnya, yaitu Asy-Syeikh Abdullah bin Muhammad ‘Ibad dan Asy-Syeikh Sa’id bin Umar Balhaf. Selain keduanya, banyak juga ulama-ulama besar yang berhasil digembleng oleh beliau, diantaranya Asy-Syekh Al-Kabir Abdullah Baqushair, Asy-Syeikh Abdurrahman bin Muhammad ‘Ibad, Asy-Syeikh Ali bin Muhammad Al-Khatib dan saudaranya Asy-Syeikh Ahmad, Asy-Syeikh Sa’ad bin Abdullah Akdar dan saudara-saudara sepupunya, dan masih banyak lagi.
Beliau wafat pada tahun 653 H, akhir dari bulan Dzulhijjah. Jazad beliau disemayamkan di pekuburan Zanbal, di kota Tarim. Banyak masyarakat yang berduyun-duyun menghadiri prosesi pemakaman beliau. Beliau meninggalkan 5 orang putra, yaitu Alwi, Abdullah, Abdurrahman, Ahmad dan Ali.
Radhiyallohu anhu wa ardhah…
[Disarikan dari Syarh Al-Ainiyyah, Nadzm Sayyidina Al-Habib Al-Qutub Abdullah bin Alwi Alhaddad Ba’alawy, karya Al-Allamah Al-Habib Ahmad bin Zain Alhabsyi Ba’alawy]
http://alkisah.web.id/2008/11/al-imam-al-faqih-al-muqaddam-muhammad.html

pedang Rosulullah SAW

ni adalah pedang-pedang yang pernah dipakai oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya untuk berdakwah, jumlah total pedang yang pernah digunakan ada 9 buah.

1. Al Ma’thur

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Juga dikenal sebagai ‘Ma’thur Al-Fijar’ adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’.

2. Al ‘Adb

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Al-’Adb, nama pedang ini, berarti “memotong” atau “tajam.” Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Dia menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.

3. Dhu Al Faqar

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Dhu Al Faqar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya.

Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga. Berbentuk blade dengan dua mata.

4. Al Battar

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Al Battar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi‘, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi :

‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’.

Gambar ukiran nama-nama para nabi di dalamnya :

Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika dia turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.

5. Hatf

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992)

Hatf adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dikisahkan bahwa Nabi Daud AS mengambil pedang ‘Al Battar’ dari Goliath sebagai rampasan ketika dia mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun.

Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk ‘bekerja’ dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan dia juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu.

Dia menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.

6. Al Mikhdham

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Ada yang mengabarkan bahwa pedang ini berasal dari Nabi Muhammad SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan ke anak-anaknya Ali. Tapi ada kabar lain bahwa pedang ini berasal dari Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang dia pimpin di Syria.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Zayn al-Din al-Abidin’.

7. Al Rasub

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Ada yang mengatakan bahwa pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’.

8. Al Qadib

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Al-Qadib berbentuk blade tipis sehingga bisa dikatakan mirip dengan tongkat. Ini adalah pedang untuk pertahanan ketika bepergian, tetapi tidak digunakan untuk peperangan.

Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat:

“Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.”

Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini telah digunakan dalam peperangan. Pedang ini berada di rumah Nabi Muhammad SAW dan kemudian hanya digunakan oleh khalifah Fatimid.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.

9. Qal’a

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).

Pedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi.

Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika dia menemukan air Zamzam di Mekah.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.”

Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.

SHALAT : Tata Cara Sholat Orang Yang Tak Mampu Berdiri

Pada awalnya seseorang yang mampu berdiri wajib melakukan sholat dengan berdiri, tetapi ada sebagian orang yang tidak mampu berdiri entah itu karena cacat, sakit atau yang lain. Oleh karena itu syari’at memberikan rukhsoh keringanan/dispensasi pada mereka yang tidak mampu berdiri. Berikut perinciannya :

SHOLAT ORANG SAKIT

Orang sakit yang tidak mampu berdiri, maka solat boleh dilakukan sambil duduk, jika duduk tidak mampu maka sholat boleh dilakukan dengan berbaring, jika berbaring juga tidak mampu maka solat dengan terlentang (mlumah). Sholat tidak bisa gugur selama akal masih ada, sesuai dengan hadist nabi SAW[1]:

صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ زاد النسائ في روايته فان لم تستطع فمستلقيا لا يكلف الله نفسا الا وسعها
yang dimaksud tidak mampu adalah kesulitan (masyaqoh) yang sampai menghilangkan khusyuk atau konsentrasi yang dialami musholli dalam melakukan rukun-rukun sholat[2].

CARA SHOLAT DENGAN DUDUK

Sholat yang dikerjakan sambil duduk, boleh dilakukan dengan berbagai bentuk duduk, namun iftiros (duduk seperti melakukan tahiyyat awal) itu lebih utama. Untuk ruku’ dan sujudnya dilakukan sesuai dengan semestinya jika mampu, namun jika tidak mampu maka ruku’nya dilakukan dengan membungkukkan kepala sekira kening sejajar dengan tempat didepan kedua lututnya atau sejajar dengan tempat sujudnya. Bila hal ini tidak mampu maka rukuk dan sujudnya dilakukan dengan membungkukkan kepala semampunya, hanya saja untuk sujud dibungkukkan agak lebih ke bawah[3].

SHOLAT DENGAN TIDUR MIRING

Bila tidak mampu duduk, sholat boleh dilakukan dengan tidur miring, wajah berikut tubuh bagian depan menghadap kiblat. Lebih utama posisi tubuh miring kekanan (tidur dengan lambung kanan) sedangkan ruku’ dan sujudnya dilakukan dengan semampunya artinya jika ia mampu menggerakkan kepala maka ruku’ dan sujudnya dengan cara tersebut, namun jika ia tidak mampu maka cukup dilakukan dengan isyarat kepala dengan cara menggerakkan kening kea rah bumi, hanya saja untuk isyarat sujud agak lebih ke bawah daripada isyarat ruku’.

SHOLAT DENGAN TIDUR TERLENTANG

Jika tidak mampu tidur miring maka solat boleh dilakukan dengan tidur terlentang (mlumah), kepala ditopang dengan sejenis bantal agar bisa menghadap kiblat. Untuk ruku’ dan sujudnya dilakukan sesuai kemampuannya, artinya, jika ia mampu menggerakkan kepala maka ruku’ dan sujudnya dengan cara tersebut, namun jika ia tidak mampu maka cukup dilakukan dengan isyarat kepala, hanya saja untuk isyarat sujud harus lebih kebawah daripada isyarat ruku’nya. Bila isyarat dengan kepala juga tidak mampu maka dilakukan dengan isyarat mata , jika masih tidak mampu maka semua rukun dan kesunahan solat di aktifkan dalam hati.

group facebook Darul Islah

Cerpen

TUHAN, BOLEHKAH AKU DILAHIRKAN KEMBALI ?
Cerpen Haniswita
Alicia Korelina. Aku adalah gadis cantik dengan mata hijau sebagai penyempurna kecantikanku. Aku dibesarkan ditengah-tengah keluarga yang harmonis dan berkecukupan. Karena keluarga jualah aku menjadi seorang yang berprestasi dari bangku dasar. Singkatnya aku adalah gadis yang beruntung karna aku memiliki semua kesempurnaan itu.
Kehidupan itu tak berjalan selamanya. Kehancuran itu berawal dari pertengkaran hebat antara mama dan papa di suatu malam. “Dasar. Istri tak tau diuntung. Aku seperti karna kau dan Alice. Dan sekarang kau tuduh aku berselingkuh? Dimana otakmu?” “Lalu siapa perempuan itu? Apa itu yang tidak berselingkuh?” PLAK.Papa melakukannya tepat di depan mata kepalaku. Tangan itu yang biasanya melindungiku dan mama, kini malah menampar wajah mama. Aku hanya menangis. Berusaha berteriak, namun suara ini tertahan untuk keluar. Berbulan-bulan aku hidup berdampingan dengan kejadian gila ini. Dan selama itu pula aku selalu berharap agar kejadian gila itu segera berakhir.
Doaku terkabul.Kejadian itu berakhir dengan persidangan cerai di meja hijau. Aku benci ini. Bahkan sangat membencinya. Hilang sudah keluarga yang selalu aku banggakan selama ini.
Hari-hariku berjalan dengan kesunyian. Pagi yang biasanya hangat dengan gurauan mama dan papa, kini terasa hambar ketika yang ku temui seorang ibu yang sibuk dengan laptopnya tanpa mempedulikan kehadiran anaknya. Setiap pagi selalu sarapan dan berangkat seorang diri. Terkadang ketika aku berpapasan dengan mereka yang diantar oleh ayah ataupun ibunya, tak tertahan rasanya membendung air mata ini. Sungguh aku sangat merindukan kehidupan seperti mereka.
Tugas hari ini adalah mengarang. “Ciptakan sebuah karangan yang menceritakan indahnya kehidupan keluarga kalian!”itu kalimat terakhir yang ku tangkap dari Bu Reno.
Semua murid langsung hanyut dalam kegiatannya. Tapi tidak denganku. Bagaimana mungkin aku akan menuliskan keluargaku yang telah hancur. Dan kali ini aku harus benar-benar mengarang.Menuliskan bahwa aku hidup di tengah keluarga yang harmonis dan saling menyayangi.
Nurani ku berontak membaca kata-kata yang penuh kebohongan itu. Ku buang kertas itu dan kali ini aku tak ingin lagi mengarang. Dengan cepat ku tulis ‘BERBULAN-BULAN AKU HIDUP DI TENGAH KELUARGA YANG PENUH KEKACAUAN.DAN KINI AKU MERINDUKAN KELUARGAKU WALAU AKU MEMBENCINYA.’ “Belum saatnya aku menjadi seorang pengarang,”desisku pelan dan menyerahkan karangan singkat itu kepada Bu Reno.
Tanpa ku sadari, Lucas membaca tulisanku. Dengan nada prihatin, ia menanyaiku dengan berbagai pertanyaan. Dengan rasa malu bercampur takut, ku jawab pertanyaannya satu persatu.Tanpa ku sadari aku telah menuturkan semua kisah pahitku kepada pemuda Kristen itu. “Tenang Alice. Aku tak akan menceritakan kepada orang lain. Aku hanya ingin membantumu. Pakailah ini untuk menenangkan dirimu!” tuturnya sambil meletakan sebuah bungkusan berisi serbuk-serbuk putih ke dalam genggamanku. *****
Malamnya, ku pandangi bungkusan kecil itu.Dengan rasa penasaran, ku buka bungkusan itu perlahan. Seketika muncul bau yang mencuat ke seluruh penjuru kamar. Ku hirup bau itu dalam-dalam. Lagi dan lagi. Benar yang Lucas katakan.Aku merasakan ketenangan karenanya. Dan sejak saat itu, narkotika menjadi bagian terpenting dalam hidupku.
Setiap malam aku dan Lucas tak pernah absen menghirup benda haram itu.Dari sanalah kedekatanku dengan Lucas berawal.Dan dari kedekatan itu timbul sebuah perasaan untuknya.
Sore itu Lucas mengajakku ke sebuah gereja. Gereja yang cukup besar dan mewah menurutku. Tepat di depan sebuah patung besar, Lucas menyatakan perasaan yang sama kepadaku. Sungguh, ini kali pertamanya aku mendengar kalimat itu setelah kehancuran keluargaku. Namun kalimatnya yang terakhir membuat darah ini berhenti mengalir.Aku tau maksud pembicaraannya.Tapi,mungkinkah aku melakukannya? “Kita memang memiliki rasa yang sama.Tapi kita tak mungkin memiliki hubungan layaknya remaja lain. Aku yakin kau mengerti. Kita tidak dalam satu keyakinan.Kecuali kalau kau….”Lucas tak melanjutkan kalimatnya dan membiarkanku berpikir.
Ah. Ini benar-benar gila. Tapi tak ada salahnya aku terima. Toh selama ini aku tak lagi diperhatikan kedua orangtuaku. Jadi tak salah kalau aku memulai kebahagiaanku yang baru dengan Lucas. “Kalau itu yang kau inginkan, kenapa tidak.Tak masalah bagiku menukar agama seperti yang kau inginkan,”jawabku mantap. “Dan mulai saat ini, kau buka lagi Alicia Korelina. Tapi kau adalah Alicia Kristiani yang jauh kebih kuat dari Alicia Korelina,”jawabnya sambil tersenyum licik.
Malam itu Lucas tak datang ke rumahku. Aku tau dia pasti sangat sibuk dengan bandnya. Sadar Lucas tak akan datang, segera ku cari sabu-sabu yang kusimpan minggu lalu. Sial. Aku lupa barang dibawa Lucas bersama rekannya. Ku alihkan pandangan ke meja biru yang dulu selalu membantuku mengerjakan berbagai tugas. Aku menangkap sesuatu disana. Sebotol lem. Tanpa buang waktu, ku buka tutupnya dan kuhirup dalam-dalam.
Selang beberapa waktu zat itu sudah raib dari tempatnya. Sayangnya, aku masih ingin menghirupnya. Dengan gerakan lambat, ku ambil cutter di tas sekolahku. Ku toreskan cutter berkarat itu ke pergelangan kiriku. Darah merah dan segar mengalir sambil menebarkan aroma lem yang ku hirup tadi. Ku hirup kembali aroma yang ada di darahku. Berkali-kali aku melakukan hal yang sama. Dan pada toresan yang ke delapan belas, sesuatu di luar kendaliku terjadi. Cutter itu memutuskan nadi pergelangan kiriku. Darah bersih dan segar mengalir dengan sangat deras tanpa bisa ku hentikan.
Bayangan hitam berkelebat di kepalaku. Akankan ajal itu kan datang padaku malam ini? Tidak.Tidak boleh sekarang. Aku masih ingin bertemu dengan mama dan papa walau aku membenci mereka. Bayangan papa berkelebat di benakku. Orang yang selalu mengajarkan aku dan mama untuk shalat tepat waktu. Bahkan ia tak segan-segan mencubit pipiku kalau aku melanggar perintahnya. Dan kini aku tak lagi menjalankan aturannya. Apa yang akan ia lakukan jika tau anaknya tak lagi seorang muslimah?
Tak ada lagi tenaga yang tersissa. Namun aku masih sempat memikirkan seorang mama dalam benakku. Dia sangat berharap agar kelak aku menjadi seorang dokter sepertinya. Tapi bagaimana kalau dia tau aku seorang pecandu narkoba? Dan mengorbankan waktu belajarku untuk bermain-main dengan benda haram itu? Cacian macam apa yang akan keluar dari mulutnya jika ia tau aku seperti ini?
Mataku mulai berkunang. Darah segar dari pergelanganku terus mengalir dengan deras. Kali ini aku ingin mengirim sebuah permohonan kecil kepada tuhan sebelum mulutku benar-benar terkunci untuk menuturkan permohonan ini. Dengan napas yang tak lagi teratur ku lepaskan permohonan kecil yang sangat menyesakkan itu. “Tuhan, bolehkah aku dilahirkan kembali?”
PROFIL PENULIS
Nama : Haniswita Email : haniswita@yahoo.co.id FB : Haniswita d’wieloucaver Sekolah : MAN 2 Payakumbuh

waduhhh !!

WIKIPEDIA : Aku tau semuanya.
FACEBOOK : Aku kenal dengan semua orang.
GOOGLE : Aku punya semuanya.
MOZILA : Tanpa aku kalian tidak bisa di akses.
EXPLORER : Kan gue masih ada.
MOZILA : Apaan sih lo, ganggu acara orang aja!
EXPLORER : Lo sih, ngaku-ngaku cuma ada lo sendiri!
INTERNET : Udah-udah! Jangan banyak bacot lo semua, kalo gak ada gue kalian semua gak bakalan ada!
FACEBOOK : Huuu, yang paling sering dikunjungi kan gue, jadi gue yang terbaik.
YAHOO : Facebook, Inget, tanpa gue lo gak bisa buat Email!
GOOGLE : Yahoo, Gue juga bisa buat Email.
INTERNET : zzz… Udah tau gue yg paling hebat :p
KOMPUTER : Gua Paling dewa di sini.
PLN : Bacot lo semua! Gua matiin nih listriknya!
GENSET : tenang aja kan masih ada saya
PLN : diem lu
PERTAMINA : awas kalian semua, saya stop pasokan BBM baru tau rasa lo
SOLAR CELL : tenang kan selama masih ada saya semuanya aman
Matahari : Ettt Gk gw sinarin diem lo
Air, Batubara, Petir dll : MASIH ADA GUA !!!
Bumi : Lo klo gk ada gw pasti gk bakal ada
jagat raya: lo semua kalo gak ada gwe pasti kalian gak bakalan ada….
Tuhan: tanpa saya kalian semua tidak pernah ada

biografi singkat Imam Syafi’i

IMAM SYAFI’I (150 – 204 H)

anaknya imam syafi’i

Imam Syafi’i mempunyai dua orang anak, yaitu Muhammad Ibn Muhammad Ibn Idris dan Zainab binti Muhammad Ibn Idris. Sedangkan dari seorang hamba sahaya miliknya yang bernama Dananir, Imam Syafi’i mempunyai satu orang anak, yaitu Muhammad Ibn Muhammad Ibn Idris.

Setelah diskusi berakhir kegiatan dilanjutkan dengan atraksi menarik dari para santri, yaitu acapella dan perlombaan berbahasa Arab seputar kehidupan di Isy Karima. Acara break ini berlangsung seru, karena diakhir perlombaan pemenang yang bisa menjawab pertanyaan diberi hadiah murah meriah yang dibungkus koran dan dikalungkan ke leher para pemenang. Murah, meriah dan kreatif.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penayangan video kehidupan para penduduk Palestina pasca perang. Di situ para santri melihat kekejaman tentara Israel bersenjata lengkap yang menodongkan senjata mereka ke wajah para wanita dan anak-anak. Namun bangsa Palestina bukanlah bangsa yang lemah dan penakut. Bahkan dari video yang ditayangkan kelihatan sekali bahwa sebenarnya Israel hanyalah tentara–tentara pengecut yang berlindung di balik senjata-senjata canggih. Ketika seorang anak Palestina yang terdesak akibat kejaran seorang serdadu Israel yang membawa senjata berbalik dan melemparkan batu ke arah serdadu tersebut, terlihat serdadu pengecut tersebut malah menghindar dan lari ketakutan, padahal dia memanggul senjata yang siap ditembakkan. Allahu Akbar!

Di sela-sela pemutaran video yang berdurasi sekitar 60 menit tersebut terlihat mata-mata yang sembab dan wajah-waj

 

 

 
A. Nasab dan Kelahiran

Nasabnya sama dengan Rasulullah

Tidak ada perbedaan, sepanjang yang saya ketahui, di seluruh para ulama, baik pakar sirah/sejarawan, maupun pakar ilmu hadits dan fiqh tentang khususnya nasab Quraisy ataupun nasab-nasab Arab lainnya, bahwasannya yang dimaksud dengan Sang Ahli Fiqh Imam Syafi’iy adalah Muhammad ibn Idris ibn Abbas ibn Utsman ibn Syafi’ ibn Saib ibn Ubaid ibn Abdi Yazid ibn Hasyim ibn Muththalib ibn Abdi Manaf ibn Qushay ibn Kilab ibn Murrah ibn Kaab ibn Lu’aiy ibn Ghalib ibn Fihir ibn Malik ibn Nadhar ibn Kinanah.

Beliau memiliki kesamaan nasab dengan Nabi Muhammad pada pertemuan garis keturunan dari Abdi Manaf ibn Qushay. Karena, Nabi Muhammad adalah Muhammad ibn Abdillah ibn Abdul Muththalib ibn Hasyim ibn Abdi Manaf. Dan penggelaran beliau dengan Al-Syafi’iy adalah berasal dari urut-urutan silsilah Muhammad ibn Idris ibn Abbas ibn Utsman ibn Syafi’.

Dan sudah kami sebutkan bahwa Syafi’ adalah Syafi’ ibn Saib ibn Ubaid ibn Abdi Yazid ibn Hasyim ibn Muththalib ibn Abdi Manaf ibn Qushay. Maka, Nabi Muhammad adalah Hasyimiy, sedangkan Al-Syafi’iy adalah Muththalibiy, sementara itu Hasyim dan Muththalib adalah dua bersaudara, keduanya adalah anak dari Abdi Manaf. Sebab, Abdi Manaf memiliki 4 anak: (i) Hasyim, (ii) Muththalib, (iii) Noval, (iv) Abdu Syams.

Imam Syafi’i Lahir, Imam Abu Hanifah Wafat

Juga, tidak ada perbedaan diantara para ulama, sama sekali, tentang tahun kelahiran beliau, yaitu tahun 150 H, yaitu tahun dimana Imam Abu Hanifah meninggal dunia.

Abdullah ibn Abdul Hakam berkata, “Imam Syafi’i berkata kepadaku: “Aku lahir di kota Ghaza, Palestina, tahun 150 H, kemudian aku pindah ke Makkah, saat itu aku baru berusia 2 tahun.

Berkata Hasan ibn Muhammad ibn Shabah Al-Za’farany, katanya: “Al-Syafi’iy datang ke sini, kota Baghdad, pada tahun 192 H, kemudian beliau tinggal bersama kami selama 2 tahun, kemudian kembali ke Makkah, kemudian kembali lagi ke Baghdad pada tahun 198 H untuk beberapa bulan, kemudian pergi ke Mesir. Dan di sanalah beliau wafat.

Telah bercerita Al-Sajiy Abu Yahya ibn Yahya ibn Abdirrahman, “Telah bercerita kepadaku Abdullah ibn Muhammad (anak dari puteri Imam Syafi’i): “Al-Syafi’iy adalah bernasab Muththalib (bani Muthalib), ibunya dari bani Azadiyah, tinggal di Makkah, isterinya adalah Hamdah binti Nafi’ ibn Anbisah ibnAmr ibn Utsman ibn Affan.

Telah bercerita Abul Yaman Yasin ibn Zararah ibn Qatbaniy Al-Humairy, katanya: “Ketika Al-Syafi’iy datang ke Mesir, kakekku menjenguknya dan akupun ikut bersamanya, dan meminta beliau untuk tinggal bersamanya, namun beliau menolaknya dan ingin tinggal bersama keluarga dari Bani Azad, maka beliaupun tinggal bersama mereka.

B. Perjalanan Ilmu

Al-Muzani dan Muhammad ibn Abdul Hakam bercerita, “Al-Syafi’i datang kepada Imam Malik ibn Anas seraya berkata: Aku ingin mendengar dari engkau pelajaran tentang kitab Al-Muwaththa’. Maka, Imam Malik berkata: “Datanglah kepada Habib Katibi, karena dialah yang akan menilai hafalanmu.” Maka, Al-Syafi’i mendatanginya dan berkata: “Engkau, semoga Allah meridhaimu, tolong dengarkan hafalan kitab Muwaththa’-ku, satu halaman saja, jika bagus hafalanku maka ikutkan aku untuk belajar kepada Imam Malik, namun jika jelek, maka tinggalkanlah aku.” Maka, Habib Katibi berkata: “Bacalah.” Maka, Al-Syafi’iy membaca satu halaman, kemudian berhenti. Maka, Imam Malik berkata: “Hei, bacalah satu halaman, kemudian diam,” Imam Malik berkata: “Hei, bacalah.” Maka, Imam Malik menganggap bagus hafalan Al-Syafi’iy dan kemudian membolehkannya untuk belajar kepada Imam Malik.

Kata Al-Muzani dan Muhammad ibn Abdil Hakam: “Sejak saat itu, Al-Syafi’i berani berkata: Telah berkata kepadaku Imam Malik (Metode dalam menyebutkan hadits –pent).

Rabi ibn Sulaiman berkata: “Al-Syafi’iy berkata: “Aku mendatangi Imam Malik, sementara itu aku sudah hafal Al-Muwaththa.” Maka, Imam Malik berkata: “Carilah orang untuk mengetes hafalanmu.” Al-Syafi’iy menjawab: “Tidak, engkaulah yang harus mengetesku, jika engkau tidak keberatan, jika tidak maka aku mencari orang lain.” Maka, Imam Malik berkata: “Coba, bacakan kepadaku.” Maka, kata Al-Syafi’iy: “Dan Imam Malik pun terkesan sekali dengan hafalanku, seraya berkata: “Bacalah Al-Muwaththa dari awal hingga akhir.” Saat itu adalah Al-Syafi’iy baru berusia 13 tahun, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Nuaim. Saat itu beliau belum pergi ke Yaman, sebab beliau pergi ke Yaman pada usia 17 tahun.

Rabi ibn Sulaiman berkata: “Aku mendengar Al-Syafi’i berkata: “Aku mengambil banyak ilmu dari Muhammad ibn Al-Hasan (Murid Imam Abu Hanifah).” Rabi’ ibn Sulaiman berkata: “Dan tidak ada yang terlupakan tentang apa yang sudah aku dengar darinya, sampai kata Al-Syafi’iy: “Dan tidaklah aku lihat seseorang ditanya tentang satu masalah dalam urusan Islam yang dibutuhkan kecermatan dan ketelitian dalam menelaah, kecuali aku lihat wajah mereka terlihat tidak suka, kecuali Muhammad ibn Al-Hasan.”

Muhammad ibn Abdullah ibn Abdul Hakam berkata, “Berkata kepadaku Al-Syafi’iy: “Aku, dahulu, tidak memiliki harta, sementara itu aku ingin menimba ilmu, maka aku pergi menuju Dewan agar membolehkan aku menulis beralaskan punggung-punggung mereka.”

C. Kecerdasan Al-Syafi’i dan Pujian Para Ulama Kepadanya

Pujian Sufyan ibn Uyainah

Berkata Suwaid ibn Said, “Aku pernah berada di sisi Sufyan ibn Uyainah di Makkah, maka datanglah Al-Syafi’iy, maka Ibn Uyainah melihat kepadanya dan berkomentar: “Al-Syafi’iy adalah pemuda terbaik di zamannya.”

Berkata Suwaid ibn Said, “Aku pernah berada di sisi Sufyan ibn Uyainah di Makkah, dan datanglah pemuda itu, yaitu Al-Syafi’iy dan berkata: “Ada yang wafat.” Maka berkatalah Ibn Uyainah: “Jika yang wafat adalah Muhammad ibn Idris, maka telah wafatlah pemuda terbaik zaman ini.”

Abdullah ibn Muhammad (putera dari puterinya Imam Syafi’i) berkata: “Aku mendengar bapakku berkata: “Aku mendengar Sufyan ibn Uyainah berkata: “Jika ada orang bertanya kepadaku tentang tafsir Al-Qur’an atau meminta fatwa, maka aku mencari Al-Syafi’iy dan berkata: “Tanyalah kepada Al-Syafi’iy ini.”

Pujian Muslim ibn Khalid Al-Zanjiy, Ahli Fiqh kota Makkah

Rabi’ ibn Sulaiman berkata, “Telah bercerita kepadaku Al-Humaidy, katanya, “Muslim ibn Khalid berkata kepada Al-Syafi’iy: “Berfatwalah wahai Abu Abdillah, saat ini engkau sudah saatnya untuk berfatwa.” Saat itu, Al-Syafi’iy baru berusia 15 tahun.

Pujian Yahya ibn Said Al-Qaththan

Yahya ibn Muhammad Al-Za’farany, “Telah berkata kepadaku Yahya ibn Said Al-Qaththan: “Aku benar-benar telah mendoakan Al-Syafi’iy dalam shalatku dan dalam doa-doaku selama 4 tahun terakhir setelah aku mendengar shahihnya hadits dari Rasulullah.”

Yahya ibn Said berkata: “Aku telah mendoakan Al-Syafi’iy hingga dalam shalat-shalatku.”

Pujian Ahmad ibn Hanbal

Yaqub ibn Ishaq berkata, “Aku datang kepada Imam Syafi’iy untuk belajar, ternyata Ahmad ibn Hanbal sudah ada di sisinya, ia telah mendahului kami, dan ia terus-menerus belajar kepadanya hingga menyelesaikan semua kitab Imam Syafi’iy.”

Abu Tsaur berkata, “Ahmad ibn Hanbal bersama kami duduk di majelisnya Imam Syafi’iy.”

Ishaq ibn Rahuyah berkata, “Aku berjumpa dengan Ahmad ibn Hanbal di Makkah, mata berkatalah ia kepadaku: “Kemarilah, aku akan tunjukkan kau seorang laki-laki yang belum pernah kau lihat sebelumnya, maksudnya Al-Syafi’iy.”

Abdullah ibn Ahmad ibn Hanbal berkata, “Wahai bapakku, kenapa engkau banyak mendoakan Imam Syafi’iy?” Ahmad ibn Hanbal menjawab, “Wahai anakku, Al-Syafi’iy rahimahullah adalah laksana matahari bagi jagad raya, dan laksana kesehatan bagi manusia, maka fikirkanlah apakah ada harta yang sebanding untuk dua hal ini?”

Abdul Malik ibn Abdul Hamid Al-Maimuny berkata, “Aku ada di sisi Ahmad ibn Hanbal dalam sebuah perbincangan yang menyebut nama Imam Syafi’iy, maka aku melihat Ahmad ibn Hanbal memujinya dan memujinya lagi, lalu berkata: “Rasulullah bersabda bahwa Allah akan membangkitkan dari ummat ini setiap 100 tahun orang yang akan menegakkan agama-Nya,” maka, Umar ibn Abdil Aziz ada pada tahun 100 H dan aku berharap Al-Syafi’iy menjadi orang tersebut pada tahun 200 H ini.”

Murid-Murid Imam Syafi’iy di Makkah

1. Abu Bakar Al-Humaidy (meninggal tahun 219 H)
2. Ibn Utsman ibn Syafi’ Al-Muththalibiy (Saudara Misan Al-Syafi’iy)
3. Abu Bakar Muhammad ibn Idris Waraq Al-Humaidiy
4. Abu Al-Walid Musa ibn Abil Jarud ibn Imran

Murid-Murid Imam Syafi’iy di Baghdad

1. Abu Ali Al-Hasan ibn Muhammad ibn Shabah Al-Bazzar Al-Za’faraniy
2. Abu Ali Al-Husain ibn Ali Al-Kuraibisiy
3. Abu Tsaur Ibrahim ibn Khalid Al-Kalbiy
4. Abu Abdillah Ahmad ibn Hanbal
5. Abu Ubaid Al-Qasim ibn Sallam
6. Abu Abdirrahman Ahmad ibn Muhammad ibn Yahya Al-Asyariy Al-Bashriy
7. Abu Yaqub Ishaq ibn Ibrahim ibn Mukhalad

Murid-Murid Imam Syafi’iy di Mesir

1. Harmalah ibn Yahya ibn Harmalah Al-Najibiy
2. Abu Yaqub Yusuf Al-Buwaithiy
3. Abu Ibrahim Ismail ibn Yahya Al-Muzani
4. Ibn Syafi’iy, Muhammad ibn Muhammad ibn Idris Al-Syafi’iy
5. Abdul Aziz ibn Imran ibn Ayub Muqlash
6. Abu Musa Yunus ubn Abdul A’laa Al-Shadafiy
7. Bahar ibn Nashr ibnSabiq Al-Khaulany
8. Abu Abdillah Ahmad ibn Yahya Al-Waziriy
9. Asyhab ibn Abdil Aziz
10. Abdullah ibn Abdil Hakam
11. Muhammad ibn Abdullah ibn Hakam
12. Harun ibn Muhammad Al-Ailaa
13. Ibrahim ibn Harum
14. Amr ibn Sawad ibn Aswad
15. Bisyir ibn Bakr
16. Qahzam ibn ABdillah ibnQahzam Al-Aswaniy

D. Al-Syafi’iy Wafat

Imam Syafi’iy meninggal di Mesir pada usia 55 tahun, tepatnya Kamis malam Jum’at, pada hari terakhir di bulan Rajab 204 H.

Rabi’ ibn Sulaiman berkata, “Al-Syafi’iy meninggal pada malam Jum’at, dan dimakamkan pada Jum’at, ba’da Ashar, hari terakhir dari bulan Rajab tahun 204 H, dishalatkan dengan imamnya adalah Al-Sury ibn Hakam, Gubernur Mesir.

Itulah Imam Syafi’iy yang bernama Muhammad ibn Idris ibn Abbas ibn Ustman ibn Syafi’ ibn Saib ibn Ubaid ibn Abdi Yazid ibn Hasyim ibn Muthalib ibn Abdi Manaf ibn Qushay ibn Kilab ibn Murrah ibn Lu’aiy ibn Ghalib ibn Fihir ibn Malik ibn Nadhar ibn Kinanah ibn Khuzaimah ibn Mudrikah ibn Ilyas ibn Mudhar ibn Nizar ibn Ma’ad ibn Adnan ibn Adad ibn Humaisa’ ibn Alnabt ibn Ismail ibn Ibrahim Khalilullah.***

Sumber: Al-Intiqa’ min Fadha’il Al-Tsalatsah Al-Aimmah Al-Fuqaha
Karya: Imam Ibn Abdil Bar (463 H)

Kata kunci: biografi

Sebelumnya: Biografi Syaikh Al-Allamah Abdullah ibn Abdurrahman Al-Bassam
Selanjutnya : BIOGRAFI IBNU HAJAR AL-ATSQOLANIY رحمه الله

 

dibaaca gan..

Info PENTING !!!
Jakarta ada seorg mahasiswi menghadiri perayaan di crown pada suatu sabtu malam. Dia merasa sangat bahagia dan banyak minum miras, pd saat itu datanglah seorg pemuda ganteng menghampiri dan duduk di dpn dia. Dg segala cumbu rayunya akhirnya mahasiswi itu setuju utk di ajak ikut pemuda ganteng tsb ke sebuah hotel yg berdekatan di daerah situ dan mrk check in pada sbh kamar suite yg mewah. Di dlm kamar mahasiswi minum miras dan dia mulai merasa tdk sadar dan tertidur. Pd saat ia terbangun, ia menemukan dirinya telanjang dan terbaring dlm sbh bathtub yg penuh dg es balok, ia menemukan secarik kertas disamping bathtub tsb dg tulisan merah yg berbunyi : “TELP UGD KALAU TIDAK ANDA AKAN MATI” Handphone dia jg terletak di samping kertas itu, dia meraihnya dan menelpon no tsb dan m…emberitahu keadaannya; dokter minta dia agar memriksa bag punggungnya; hasilnya dia menemukan 2 luka sepanjang 9 inch pd bag bawah punggungnya! Dokter minta dia agar tetap berbaring pd bak mandi yg penuh es tsb dan agar tdk banyak bergerak! Team penolong akan segera datang menolongnya! Rupanya GINJAL nya telah dicuri!!! Luka pd punggungnya adalah bekas jahitan waktu diambil ginjalnya! Di pasar gelap sebuah ginjal dinilai seharga Rp. 500.000.000 ! Menurut diagnosis dokter hakim; dlm minumannya mungkin tdk hanya terkandung obat bius biasa, ttp juga obat bius mAti rasa yg keras; es balok tsb jg membantu menghilangkan rasa sakit, shg utk sementara korban tdk merasa sakit. Tragisnya si mahasiswi tsb tdk mendptkan sumbangan ginjal segera shg ia TIDAK tertolong. Kepolisian menghimbau kpd masyarakayt, bahwa : TERJADI TINDAK KRIMINAL BARU; sasaran utama nya pemuda-pemudi, turis, pelajar. WASPADALAH…!!!!

TUGAS RANGKAIAN DIGITAL

Nama : Muhamad Lutfi Zulfachri
NIM : 13 111 545
Kelas : 13.2D.01

 Contoh Soal no.3:
Sederhanakan : A + A . B’+ A’. B ?

Answer :

X= A + A . B’+ A’. B
X= A . B’+ A’. B ( Hukum Identitas )
X= A . B. A . B ( Hukum Van De Morgan )
X= A . A . B . B ( Hukum Komutatif )
X= A . B ( Hukum Identitas)

 Contoh Soal no. 4 :
Bila A=1, B=0, C=1 dan D=0 maka berapakah Q ?

Answer :

History Pondok Pesantren Darul Islah Mampang

Pesantren Daarul Ishlah merupakan pesantren yang bercorak salafiyah yaitu pesantren yang menyelenggarakan pengajaran Al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama Islam dengan mengacu kepada kitab-kitab kuning (kitab klasik) sebagai inti pelajarannya, dan dalam proses pembelajarannya diselenggarakan dengan cara klasikal (ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah). Sedangkan dalam metode pembelajarannya, pesantren Daarul Ishlah menggunakan metode sorogan, wetonan / bendongan, hafalan, diskusi, majlis taklim, muhdahoroh, bahtsul kutub, dan ditambah dengan metode karya nyata.

Pesantren Daarul Ishlah terletak di wilayah yang strategis. Ia terletak di sebelah Timur jalan Buncit Raya yang dilalui kendaraan dari arah Ragunan menuju buncit, Mampang dan Kuningan. Tepatnya berada diwilayah Rt 05 Rw 06 Kelurahan Kalibata kecamatan Pancoran Kotamadya Jakarta Selatan. Wilayah ini biasa dikenal dengan nama Kalibata PUlo, Karena letaknya yang di kelilingi sehingga mirip sebuah pulau.

Pondok Pesantren Daarul Ishlah

Sejarah & Perkembangan

Pesantren Daarul Ishlah mulai berdiri semenjak tahun 1987 yaitu tahun dimana KH. Amir Hamzah mulai merintisnya. Baru pada tahun 1990 saat santri sudah mulai bertambah dan tempat tidak memadai lagi dilakukan pengembangan fisik bangunan pesantren terlebih setelah mendapat wakaf dari H. Mohammad Ali Yusuf seluat 500 M2, maka bangunan fisik dan sarana belajar pesantren Daarul Ishlah semakin membaik.

Metode Pembelajaran

  1. Metode sorogan yaitu suatu metode yang ditempuh dengan cara guru menyampaikan pelajaran kepada santri secara individual dan umumnya diberikan kepada santri-santri baru yang masih memerlukan bimbingan.
  2. Metode wetonan atau bendongan adalah suatu metode pengajaran dengan cara guru membaca, menerjemahkan, menerangkan, dan mengulas kitab-kitab Islam dalam bahasa Arab sementara para santri mendengarkannya.
  3. Metode hafalan (tahfizh) merupakan sebuah metode pengajaran yang umumnya diterapkan pada mata pelajaran yang bersifat nazham (syair),  dan itupun biasanya terbatas pada ilmu-ilmu yang terkait dengan kaidah bahasa Arab. Dalam aplikasinya metode ini biasanya menggunakan dua cara. Pertama, pada setiap kali tatap muka setiap santri diwajibkan membaca hafalannya didepan ustaz. Jika sudah hafal maka diperbolehkan untuk melanjutkan hafalan berikutnya. Kedua, kiai atau ustaz memerintahkan santrinya untuk mengucapkan bagian tertentu dari hafalan yang telah ditugaskan, atau memerintahkan santrinya untuk mengucapkan bagian tertentu dari hafalan yang telah ditugaskan, atau memerintahkan santrinya melanjutkan kalimat atau lafazh yang telah diucapkannya.
  4. Metode diskusi (musyawarah/munazharah,mudzakarah) yaitu para santri membahas suatu topic atau masalah tertentu yang tedapat dalam kitab. Dalam pembahasan terjadi tukar pendapat diantara mereka sementara kiai atau ustaz atau santri senior bertindak sebagai moderator.
  5. Metode majlis taklim yaitu metode pembelajaran dengan cara ceramah, biasanya disampaikan dalam kegiatan tabligh atau kuliah umum.

Sarana & Prasarana

Dalam proses pembelajaran, santri di Pesantren Daarul Ishlah diselenggarakan dengan cara klasikal dan berjenjang. Sedangkan untuk masa pembelajaran untuk setiap kelas dalam satu marhalah, biasanya selama satu tahun. Dimana awal tahun dimulai dari pertengahan bulan Syawal dan berakhir satu atau dua minggu menjelang bulan Ramadhan.

Waktu pembelajaran pesantren biasanya dimulai setelah sholat shubuh berjama’ah sampai pukul 06.30 WIB di musholla yang sekaligus sebagai tempat belajar. Selain musholla yang juga berfungsi sebagai tempat taklim, pondok pesantren Daarul Ishlah juga memiliki sarana dan prasarana belajar yang lain yang menopang untuk kegiatan pembinaan santri yaitu:

  1. Ruang utama yang juga berfungsi sebagai tempat belajar santri tingkat aliyah.Ruang tamu.
  2. Musholla yang juga berfungsi sebagai tempat taklim tsanawiyah dan taklim yang sifatnya umum.
  3. Ruang kelas untuk ibtidaiyah dilantai 2.
  4. Ruang tidur santri dilantai 2.
  5. Kamar mandi yang berjumlah 17 buah.
  6. Ruang dapur tempat santri memasak.
  7. Ruang tahfiz Al-Qur’an.
  8. Kamar tidur tamu dilantai 2.
  9. Ruang Koperasi.
  10. Perpustakaan sederhana  yang tempatnya terpisah menjadi 3 buah. Satu diruang utama, satu di musholla dan satu lagi di salah satu ruang di rumah KH. Amir Hamzah.
  11. Sound System yang lengkap yang biasanya digunakan pada hari kamis malam jum’at ketika pembacaan Simtu al-Duror, taklim umum yang diikuti seluruh santri, dan kegiatan lain yang bersifat insidental.
  12. Handy camp dan kamera lengkap untuk merekam kegiatan pesantren khususnya di malam jum’at.
  13. Komputer yang jumlahnya ada 2 (dua) buah.

Kontak

Pondok Pesantren Daarul IshlahJl. Buncit Raya Kalibata Pulo RT.005/05 No.5 Jakarta Selatan 12740, Telp (021) 79182178

Cabang :

  1. Daarul Ishlah Tombo, Kab. Batang Kec. Bandar Desa Tombo Jateng
  2. Daarul Ishlah Pandeglang, Kp. Talun Kec. Jiput Kab. Pandeglang Prov. Banten
Untuk informasi pendaftaran peserta didik baru bisa datang langsung ke alamat tersebut diatas atau bisa mencari informasi lebh lanjut ke Website Resmi Pondok Pesantren Daarul Ishlah dengan klik disini.
Demikianlah postingan kali ini mengenai Pesantren Daarul Ishlah. Semoga bisa menjadikan panduan anda – anda sekalian dalam memilih pendidikan pesantren bagi putra – putri anda sekalian.

Saudaraku di jalan Allah . .”Semoga kalian dapat Memel!hara Anak Anak kalian dari perkara yang makruh (di benci)

Ahli ilmu,Tarbiyah,dan tazkiyah,mewaspadai dengan penuh waspada,dan Perhatian yang konsisten kepada putra putri kita tentang perilaku berbicara mereka,baik ketika berada di rumah khususnya maupun ketika mereka berkumpul dengan teman teman mrka umumnya ;
Apa yang mereka sering ucapkan.?
Apakah pembicaraanya beradab(santun) ?
Apakah ada lapadz yang mengandung hormat?
Apakah kata kata mereka baik?
Apakah berbicara tentang yang baik?
Apakah pembicaraanya ,dalam ketaatan kepada Allah,dan keridoannya?

Wahai Umat islam,Para Ayah dan ibu? . .
Semuanya itu,merupakan kewaj!ban bag! Kita untuk memperhatikannya dan mewaspadainya.sebab siapa yang tidak mewaspadai anak anaknya dari semua itu,maka ia akan menyesal dan merug! Di waktu yang dekat,ia akan mendengar dari mereka pembicaraan yang berbahaya,dan yang kotor, yang terbiasa oleh mereka di waktu kec!lnya,dan ketika meng!njak dewasa ,hal itu akan berubah menjadi watak dan akhlak mereka,apalag! Kedua orang nya jika tidak mendidik mereka untuk meninggalkan bahanya,dankerug!annya, maka Allah akan benci nya. .
Maka berhati hatilah, ketika itu, waktu telah berlalu,hanyalah penyasalah dan kerug!an.

Sesungguhnya,saudaraku,
kita sekarang ini banyak mendengar dari anak anak,mereka berbicara dengan banyak kalimat yang dapat membuat Allah murka seperti :
(Hei . .Anjing,keledai,busuk,hewan,kotor,Allah melaknatmu,Allah membinasakanmu,bodoh)Dan yang lainnya dri lapadz2 سوقية (pasar), Rasulullah saw melarang dan Memperingati dari bahaya nya.
Maka dari manakah mereka mempelajarinya ?
Semua itu mereka pelajari,tiada lain kecuali,antara dari televisi,dari Teman yang jeleknya,sekolah sekolah mereka,dan di jalanan umum;
Maka إنا لله وإن إليه راجعون.

Semoga Allah memel!hara anak anak kita dari semua Lapadz yg berbahaya tadi ,yang dapat meruntuhkan Akhalak,sosial,dan keluarga,
Maka Dari sekaranglah , hei siapa saja yang memiliki anak brprilaku seperti itu,Awasi selalu mereka,berilah mereka pengetahuan bahaya kalimat2 tersebut.dan supaya mereka membenci kalimat tersebut,serta didik pula mereka pendidikan yang baik,niscaya engkau akan bersyukur.

Bila engkau temukan mereka berbicara dengan kata kata itu, maka tegurlah , pukulah mereka dngan pelan,dan cegahlah dari perkara yang disukai mereka seh!ngga mereka mengetahui dan beradab.

Telah meriwayat kan ulama kisah dari dua imam besar di hadramaut_yaitu
Sayiduna Alimam Alhabib Thahir bin husain bin tharir,dan sayiduna Alimam Alhabib Abdullah bin husain bin thah!r

Bahwasanya ketika mereka berdua kecil ( Bibinyalah yang mendidik mereka,dan bila ia mendengar mereka berbicara yang buruk dan kotor,maka ia menghukumnya dengan miswak(Alat siwak/sikat g!g!),ia 9osokan kemulut keduanya sampai keluar darah lalu ia berkata : ” lihat Apa yang kalian berdua katakan dari kata kata yang kotor itu,ia berubah menjadi darah yang kotor,mengertilah kalian dan takutlah kepada Allah )!! . .
__semoga Allah meridoi keduanya dan bibi mereka yang telah mendidiknya penuh kebaikan__

Mar!lah untuk selalu kita dalam memperingati mereka,Wahai Para Ayah dan ibu Anak anak kalian Adalah Amanat,maka laksanakan amanat tersbut sebaik baiknya,jika tidak !maka siapa saja yang tidak sepenuhnya mengajari putra putri nya ,maka mereka akan mencela kalian dan berada di hadapan Allah untuk mempertanggung jawab kan pendidikan kalian,Dan Allah akan memberi siksa seped!h ped!hnya ,serta di duniapun mereka menjadi mus!bah ,bencana,fitnah,dan kepayahan.

اللهم يامن وفق أهل الخير للخير وأعانهم وفقنا للخير وأعناعليه

___”Ya Allah Yang memberi Taufiknya kepada Orang baik,untuk berbuat baik ,bantulah mereka,juga Berikami taufik untuk berbuat baik dan bantulah kami”____

OBJECT ORIENTED PROGRAMMING ( OOP )

 

  1. A.       Sejarah singkat OOP

 

Object-Oriented Programming (OOP) adalah sebuah pendekatan untuk pengembangan suatu software dimana dalam struktur software tersebut didasarkan kepada interaksi object dalam penyelesaian suatu proses/tugas. Interaksi tersebut mengambil form dari pesan-pesan dan mengirimkannya kembali antar object tersebut. Object akan merespon pesan tersebut menjadi sebuah tindakan /action atau metode. Jika kita mencoba melihat bagaimana tugas disekitar kita diselesaikan, kita akan mengetahui bahwa kita berinteraksi dalam sebuah object-oriented world.

Object-oriented programs terdiri dari objects yang berinteraksi satu sama lainnya untuk menyelesaikan sebuah tugas. Seperti dunia nyata, users dari software programs dilibatkan dari logika proses untuk menyelesaikan tugas.

Contoh, ketika kamu mencetak sebuah halaman di word processor, kamu berarti melakukan inisialisasi tindakan dengan mengklik tombol printer. Kemudian kamu hanya menunggu respon apakah job tersebut sukses atau gagal, sedangkan proses terjadi internal tanpa kita ketahui. Tentunya setelah kamu menekan tombol printer, maka secara simultan object tombol tersebut berinteraksi dengan object printer untuk menyelesaikan job tersebut.

Konsep OOP dimulai pertengahan 1960-an dengan sebuah bahasa program SIMULA kemudian dilanjutkan di era 70-an dengan SMALLTALK. Meskipun developer software tidak secara intensif mengembangkan OOP, tetapi metodologi object-oriented tetap digunakan. Pada pertengahan 80-an, bahasa OOP seperti C++ dan Eifle menjadi popular diantara programmer computer. Popularitas OOP berlanjut pada tahun 90-an, banyak pengembang software menggunakan konsep OOP seperti Java dll. Di tahun 2002, versi terakhir dari Visual Studio, Microsoft memperkenalkan bahasa OOP baru yaitu C# (dibaca C-sharp), C# adalah salah satu bahasa pemrograman yang berjalan diatas platform dotNet yang full OOP (object oriented programing/pemrograman berorientasi objek) serta upgrade Visual Basic, dan ini merupakan sebuah bahasa OOP sesungguhnya.

  1. B.       Apakah OOP (Object Oriented Programming) itu

 

Untuk meningkatkan daya pengolahan komputer, perangkat lunak (software) yang dijalankan menjadi lebih kompleks. Dalam peningkatan kompleksitas ini, dibutuhkan biaya program yang besar dengan codebases besar yang sulit untuk dipahami. Oleh sebab itu, keberadaan OOP ditujukan untuk berusaha mengatasi masalah tersebut.

OOP (Object Oriented Programming) adalah suatu metode pemrograman yang berorientasi kepada objek. Tujuan dari OOP diciptakan adalah untuk mempermudah pengembangan program dengan cara mengikuti model yang telah ada di kehidupan sehari-hari. Jadi, setiap bagian dari suatu permasalahan adalah objek, objek itu sendiri merupakan gabungan dari beberapa objek yang lebih kecil lagi. Ambil contoh Pesawat, Pesawat adalah sebuah objek. Pesawat itu sendiri terbentuk dari beberapa objek yang lebih kecil lagi seperti mesin, roda, baling-baling, kursi, dll. Pesawat sebagai objek yang terbentuk dari objek-objek yang lebih kecil saling berhubungan, berinteraksi, berkomunikasi dan saling mengirim pesan kepada objek-objek yang lainnya. Begitu juga dengan program, sebuah objek yang besar dibentuk dari beberapa objek yang lebih kecil, objek-objek itu saling berkomunikasi, dan saling berkirim pesan kepada objek yang lain.

 

C.     Konsep Object Oriented Programming

Konsep dari object oriented programming (OOP) adalah lebih dari sekedar sebuah konsep pemrograman, Object oriented programming adalah cara berpikir tentang aplikasi yang mempelajari untuk berpikir bahwa aplikasi bukan sekedar prosedur melainkan sebagai object dan real entity.

Object yang dimaksud disini memiliki pengertian suatu modul yang mengkombinasikan antara data dan kode program yang bekerja sama dalam program dengan melewatkan proses satu sama lain. Jadi object oriented programming merupakan cara yang paling efisien untuk menulis program komputer yang sangat mudah untuk di kombinasikan dan untuk dipergunakan kembali. Object oriented programming lebih memfokuskan kepada manipulasi object. Kenapa seorang programmer harus mempelajari object oriented programming bahkan seorang programmer yang tidak pernah bekerja dengan object oriented programing pun harus mempelajarinya juga. Hal ini dikarenakan pada suatu hari nanti semua bahasa pemrograman akan menambahkan kemampuan object oriented programming pada bahasanya.

KARAKTERISTIK OOP

Pemrograman orientasi-objek menekankan konsep berikut:

· kelas

 kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh ‘class of dog’ adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.

· Objek

membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.

· Abstraksi

 Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.

· Enkapsulasi

            Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.

· Polimorfisme

Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dan terbang.

Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.

· Inheritance

 Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada – objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.

Bahasa pemrograman yang mendukung OOP:

1. Java

OOP (Object Oriented Programming – Pemrogram Berorientasi Objek) yang artinya semua aspek yang terdapat di Java adalah Objek. Java merupakan salah satu bahasa pemrograman berbasis oebjek secara murni. Semua tipe data diturunkan dari kelas dasar yang disebut Object. Hal ini sangat memudahkan pemrogram untuk mendesain, membuat, mengembangkan dan mengalokasi kesalahan sebuah program dengan basis Java secara cepat, tepat, mudah dan terorganisir. Kelebihan ini menjadikan Java sebagai salah satu bahasa pemograman termudah, bahkan untuk fungsi fungsi yang advance seperti komunikasi antara komputer sekalipun.

2. Pascal (bahasa pemrograman)

Pascal adalah bahasa pemrograman yang pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. Dengan mengambil nama dari matematikawan Perancis, Blaise Pascal, yang pertama kali menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus Wirth membuat bahasa Pascal ini sebagai alat bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman komputer kepada mahasiswanya. Selain itu, Profesor Niklaus Wirth membuat Pascal juga untuk melengkapi kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman yang ada pada saat itu.

3. C++

C++ adalah salah satu bahasa pemrograman komputer. Dibuat pada tahun 1980-an oleh Bell Labs (Bjarne Stroustrup) sebagai pengembangan dari Bahasa pemrograman C. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).

4. Microsoft Visual Basic .NET

Microsoft Visual Basic .NET adalah sebuah alat untuk mengembangkan dan membangun aplikasi yang bergerak di atas sistem .NET Framework, dengan menggunakan bahasa BASIC. Dengan menggunakan alat ini, para programmer dapat membangun aplikasi Windows Forms, Aplikasi web berbasis ASP.NET, dan juga aplikasi command-line. Alat ini dapat diperoleh secara terpisah dari beberapa produk lainnya (seperti Microsoft Visual C++, Visual C#, atau Visual J#), atau juga dapat diperoleh secara terpadu dalam Microsoft Visual Studio .NET. Bahasa Visual Basic .NET sendiri menganut paradigma bahasa pemrograman berorientasi objek yang dapat dilihat sebagai evolusi dari Microsoft Visual Basic versi sebelumnya yang diimplementasikan di atas .NET Framework. Peluncurannya mengundang kontroversi, mengingat banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh Microsoft, dan versi baru ini tidak kompatibel dengan versi terdahulu.

5. Ruby

Ruby adalah bahasa pemrograman scripting yang berorientasi obyek. Tujuan dari ruby adalah menggabungkan kelebihan dari semua bahasa-bahasa pemrograman scripting yang ada di dunia. Ruby ditulis dengan bahasa pemrograman C dengan kemampuan dasar seperti Perl dan Python.

6. Python

Python adalah bahasa pemrograman model skrip (scripting language) yang berorientasi obyek. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi

7. PHP

PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain

8.  C#

C#  adalah Java versi Microsoft, sebuah bahasa multi flatform yang didesain untuk bisa berjalan di berbagai mesin. C# adalah pemrograman berorientasi Object (OOP). C# memiliki kekuatan  bahasa C++ dan portabilitas seperti Java.

9. Delphi

Delphi adalah sebuah bahasa pemrograman dan lingkungan pengembangan perangkat lunak. Produk ini dikembangkan oleh Borland (sebelumnya dikenal sebagai Inprise). Bahasa Delphi, yang sebelumnya dikenal sebagai object pascal (pascal dengan ekstensi pemrograman berorientasi objek (PBO/OOP)) pada mulanya ditujukan hanya untuk Microsoft Windows, namun saat ini telah mampu digunakan untuk mengembangkan aplikasi untuk Linux dan Microsoft .NET framework (lihat di bawah). Dengan menggunakan Free Pascal yang merupakan proyek opensource, bahasa ini dapat pula digunakan untuk membuat program yang berjalan di sistem operasi Mac OS X dan Windows CE.

Inheritance (penurunan)

            Inheritance adalah penurunan sifat dari suatau class ke kelas yang lain. Tidak semua sifat bisa di turunkan ke class turunan tetapi hanya filed dan method yang mempunyai modifier public dan protected  yang bisa di turunkan.

Manfaat Inheritance

–          Inheritance memungkinkan untuk menciptakan sebuah class dari class yang sudah ada.

–          Ketika sebuah class di turunkan dari class yang sudah ada maka class tersebut mewarisi semua method dan field dari class orang tuanya.

–          Class turunan juga mewarisi bentuk dari class orang tua, artinya bjek dari class anak dapat dikenali sebagai objek dari class orang tua.

Contoh inheritance

  1. class Program
  2.  {
  3.   public static void Main(string[] args)
  4.   {
  5.    string nama = “Muhamad Lutfi Zulfachri”;
  6.    string alamat = “Lenteng Agung”;
  7.    string telp = “04125041”;
  8.    string prodi = “Staf Administrasi “;
  9.    string NIP = “11491755”;
  10.    PGW m = new PGW();
  11.    m.ShowKTP(nama,alamat,telp);
  12.    m.ShowPGW(nama,NIP,prodi,telp);
  13.    Console.WriteLine();
  14.    Console.Write(“Press any key to continue . . . “);
  15.    Console.ReadKey(true);
  16.   }
  17.  }
  18.  class KTP
  19.  {
  20.   public KTP()
  21.   {
  22.    Console.WriteLine(”   ==================================”);
  23.    Console.WriteLine(”   =            Inheritance         =”);
  24.    Console.WriteLine(”   ==================================”);
  25.    Console.WriteLine();
  26.    Console.WriteLine();
  27.    Console.WriteLine();
  28.   }
  29.   public void ShowKTP(string nama,string alamat,string tlp)
  30.   {
  31.    Console.WriteLine(“KTP”);
  32.    Console.WriteLine();
  33.    Console.WriteLine(“Nama anda : {0}”,nama);
  34.    Console.WriteLine(“Alamat  : {0}”,alamat);
  35.    Console.WriteLine(“No Telp  : {0}”,tlp);
  36.    Console.WriteLine();
  37.    Console.WriteLine();
  38.   }
  39.  }
  40.  class PGW : KTP
  41.  {
  42.   public PGW()
  43.   {
  44.   }
  45.   public void ShowPGW(string nama,string nip,string prodi,string tlp)
  46.   {
  47.    Console.WriteLine(“PGW”);
  48.    Console.WriteLine();
  49.    Console.WriteLine(“Nama anda : {0}”,nama);
  50.    Console.WriteLine(“NIP  : {0}”,nip);
  51.    Console.WriteLine(“Prodi  : {0}”,prodi);
  52.    Console.WriteLine(“No Telp  : {0}”,tlp);
  53.    Console.WriteLine();
  54.    Console.WriteLine();
  55.   }
  56.  }

Enkapsulasi

Enkaspsulasi adalah suatu cara untuk menyembunyikan informasi detail dari suatu class.

Dalam kehidupan sehari-hari enkapsulasi dapat dimisalkan  sbagi arus listrik pada generator, dan system perputaran generator untuk menghasilkan arus listrik, kerja arus listrik tidak mempengaruhi kerja dari system perputaran generator, begtu pula sebaliknya. Karena didalam arus listrik tersebut, kita tidak perlu mengetahui bagaimana kinerja system perputaran generator, apakah generator berputar kebelakang atau kedepan  atau bahkan serong. Begitu pula dalam system perputaran generator, kit tidak perlu tahu bagaimana arus listrik apakah menyala atau tidak.

             Begitulah  konsep kerja dari enkapsulasi, dia akan melindungi sebuah program dari akses ataupun intervensi dari program lain yang mempengaruhinya. Hal ini sangat menjaga keutuhan program yang telah dibuat dengan konsep dan rencanan yang sudah ditentukan dari  awal.

Contoh enkapsulasi:

   1: class Pegawai {

   2:         private string nip;

   3:         private string nama;

   4:

   5:         public string Nip {

   6:             get {

   7:                 return nip;

   8:             }

   9:             set {

  10:                 this.nim = value;

  11:             }

  12:         }

  13:

  14:         public string Nama {

  15:             get {

  16:                 return nama;

  17:             }

  18:             set {

  19:                 this.nama = value;

  20:             }

  21:         }

  22:

  23:         public string DisplayInfo() {

  24:             return Nip + ” ” + Nama;

  25:         }

  26:     }

  27:

  28:     class ClassProperty {

  29:         public static void Main(string[] args) {

  30:             Pegawai pgw1 = new Pegawai();

  31:             pgw1.Nip = “11491755”;

  32:             pgw1.Nama = “Muhamad Lutfi Zulfachri”;

  33:             Console.WriteLine(pgw1.DisplayInfo());

  34:         }

  35:     }

Polymorphism

Polymorphism merupakan kemampuan suatu method untuk bekerja dengan lebih dari satu tipe argumen. Pada bahasa lain (khususnya C++), konsep ini sering disebut dengan method overloading. Pada dasarnya, Python tidak menangani hal ini secara khusus. Hal ini disebabkan karena Python merupakan suatu bahasa pemrograman yang bersifat dynamic typing yaitu tidak memerlukan deklarasi tipe.

Polymorphism adalah suatu object dapat memiliki berbagai bentuk, sebagai object dari class sendiri atau object dari superclassnya

Overloading : Penggunaan satu nama untuk beberapa method yang berbeda (beda parameter)

Overriding : terjadi ketika deklarasi method subclass dengan nama dan parameter yang sama dengan method dari superclassnya.

Contoh  polymorphism :

Tampilan Untuk Class Karyawan (Derived Class)

using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
using System.Threading.Tasks;

namespace tugasPraktikumIII
{
class Karyawan:Manager
{
//field
int jamLembur, upahLembur;
//Contructor
public Karyawan(string nama, int gapok, int tunjangan, int jamLembur,
int upahLembur)
: base(gapok,nama,tunjangan)
{
this.jamLembur = jamLembur;
this.upahLembur = upahLembur;
}
public new void bayaran()
{
base.bayaran();
int ttl_gaji = gapok + tunjangan;
int ttl_upa_lmbr = jamLembur * upahLembur;
int ttl_pndptan = ttl_upa_lmbr + ttl_gaji;
Console.WriteLine(“Jam Lembur\t= {0} Jam\nUpah Lembur\t= Rp {1}\n
Ttl Upah Lembur\t= Rp {2}\nTotal Pendapatan\t= Rp {3}”,
jamLembur, upahLembur,ttl_upa_lmbr, ttl_pndptan);

}
//Method Karyawan
public void karyawan()
{
Console.WriteLine(“\n\n”);
Console.WriteLine(“###############################################”);
Console.WriteLine(” Tampilan Class Karyawan\n”);
Console.WriteLine(“Nama Karyawan\t= {0}\n”, nama);
}
}
}

Sumber :

 

 

awasi anak perawan anda waspadalah…!!!

Bagi bapak ibu yg punya anak perawan, jika ada anak laki asing yg demen.
Tanyakan Agamanya dulu.
Kerugian diatas kemalangan bagi yg menyerahkan anaknya sama orang kafir (ga pake istilah non muslim, nas alullah afiah wa salamah)

Tanya lagi.
2.Islam apa?,,skrg yg pake ngaku Islam banyak.
Klu dia jawab sesuai Faham Ahlussunnah wal jamaah.
Itu bagus, tapi ga sampe disitu, tanyakan lagi.
3. Mazhabnya apa?
Jika dijawab di antara salah satu para imam mazhab, itu benar. ( Imam Hanafi,Imam Maliki,Imam Syafi’e dan Ahmad Bin Hambal Rshimahumullah)
Apa cukup?..
Satu lagi yg dipertanyakan.
4. Bertasawwuf ga?..
Tasawwuf itu pelajaran akhlaq batin dalam perjalanan Ibadah.
Jika iya. Silahkan utk difikirkan, diterima atau tidak.
Tapi jika ada jawaban TIDAK pada pertanyaan diatas.
Maka TENDANG aja dengan segala hormat dan sopan santun..

Demikian..
Sayangilah akidahmu dari faham kebencian dan kesesatan yang dibawa pewaris tanduk syetan.

Apa bahayanya jika ga peduli dgn pertanyaan diatas?..
Hasilnya anak bapak ibu akan jadi ANTI.
Anti Tahlil, Anti Sholawatan,Anti Maulid (tapi makan berkat msh mau…he), nguburin mayit kaya nguburin bangkai menatang, mukenye masam, ga mau salaman, zikirnya hanya bid’ah bid’ah. Nasehatnya jauhi para pentahlil, lebih baik berteman dgn anjing dari pada pelaku tahlil dan ziarah.
Lama lama anak anda akan jandi penteror keluarga terus tetangga terus muslimin seluruhnya.
Selamatkan keluarga kita dari faham radikal T E R O R I S.

NB.
Jangan lupa berusahalah hari ini jgn ketinggalan sholat berjamaah dan hindari transaksi riba.

POTRET MASALAH PERBEDAAN RAMADHAN 1434 H / 2013 M Oleh: Hamdun Baihaqi, M.H.I

Dalam beberapa minggu terakhir ini berbagai media santer memberitakan tentang Ramadhan 1434 H yang diperkirakan umat Islam Indonesia akan mengawali puasa pada hari yang berbeda, yaitu Selasa (9/7/2013) dan Rabu (10/7/2013). Tulisan ini bermaksud memberikan sedikit gambaran tentang sudut permasalahan yang sedang terjadi tersebut.
Satu kata kunci atau hal yang paling sederhana untuk mengetahui apakah Ramadhan (puasa), Syawal (Idul Fitri), dan Dzulhijjah (Idul Adha) umat Islam Indonesia akan mengawalinya secara bersamaan atau berbeda adalah dengan mengetahui ketinggian hilal setelah ijtima’ (konjungsi) saat matahari terbenam di ufuk barat pada tanggal 29 bulan qamariyah (hijriah). Jika ketinggian hilal berada di atas 2o (dua derajat) maka kemungkinan besar umat Islam Indonesia akan mengawali bulan-bulan di atas secara bersamaan. Akan tetapi jika posisi hilal di bawah 2o (dua derajat) maka ini adalah posisi yang rawan perbedaan dan memang demikianlah yang terjadi selama ini sebagaimana yang terjadi pula pada Ramadhan 1434 H saat ini, yang mana ketinggian hilal di wilayah Indonesia rata-rata adalah berkisar 0o sampai 1o artinya di seluruh wilayah Indonesia ketinggian hilal tidak ada yang lebih dari 2o .
Mengapa ketinggian hilal 2o (dua derajat) menjadi titik kritis perbedaan? Hal ini dikarenakan ketinggian hilal 2o adalah batas minimal ketinggian hilal yang “kemungkinan bisa dilihat” (imkanurrukyat) yang menjadi kriteria pedoman Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI. Pemikiran tentang kriteria imkanurrukyat 2o dimulai pada bulan Maret tahun 1998 ketika para ulama ahli hisab dan rukyat serta para wakil organisasi masyarakat Islam mengadakan musyawarah kriteria imkanurrukyat untuk Indonesia. Keputusan musyawarahnya tersebut dihasilkan pada tanggal 28 September 1998.
Kembali pada persoalan perbedaan ramadhan 1434 H., tanda-tanda perbedaan memulai puasa mulai tampak ketika Muhammadiyah secara resmi menetapkan awal Ramadhan 1434 Hijriah jatuh pada Selasa (9/7/2013), berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penetapan tersebut ditandatangani oleh Ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Sekretaris umum PP Mummadiyah Danarto, seperti tertuang dalam Maklumat No.04/MLM/I.0/E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1434 H tertanggal 23 Mei 2013.
Adapun butir-butir maklumat ketetapan ramadhan tersebut adalah sebagai berikut;
1. Ijtimak jelang ramadhan 1434 H terjadi pada hari Senin Pon 08 Juli 2013 pukul 14:15:55 WIB
2. Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta (07o 48’ LS dan 110o 21’ BT) = +0o 44’ 59” (hilal sudah wujud)
3. Pada saat matahari terbenam tanggal 08 Juli 2013 (hari Senin), di sebagian wilayah Barat Indonesia, hilal sudah wujud dan di sebelah wilayah Timur Indonesia belum wujud. Dengan demikian, garis wujudul hilal melewati wilayah Indonesia dan membagi wilayah Indonesia menjadi 2 bagian.
4. 1 Ramadhan 1434 H jatuh pada Selasa Wage 9 Juli 2013 M.
Sementara itu pemerintah melalui kementerian agama RI baru akan mengumumkan Ramadhan pada tanggal 8 Juli 2013 setelah menjalani proses sidang Itsbat di kantor Kementerian Agama RI Jakarta dari hasil laporan rukyatul hilal di berbagai wilayah di Indonesia. Sidang Itsbat adalah kegiatan sidang yang diadakan menjelang Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah dengan tujuan menetapkan tibanya awal bulan-bulan tersebut berdasarkan laporan rukyat di seluruh wilayah Indonesia. Menteri Agama mengambil keputusan melalui sidang Itsbat (penetapan) atas persetujuan peserta sidang yang dihadiri oleh anggota Badan Hisab Rukyat (BHR), perwakilan MUI, perwakilan ormas-ormas Islam, para pakar terkait, dan perwakilan negara-negara Islam.
Perlu diketahui bahwa dalam pengambilan keputusan terkait dengan rukyat atau hisab pemerintah selama ini telah berusaha mengakomodir antara keduanya. Hal ini misalnya ditandai dengan pemakaian kriteria Imkanur Rukyat dengan ketinggian hilal 2o dan jarak ijtima’ ke ghurub Matahari minimal 8 jam adalah landasan formal yuridis Badan Hisab Rukyat.
Adapun menurut Nahdlatul Ulama (NU) dari hasil hisab penyerasian yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah PBNU untuk awal Ramadhan 1434 H di markaz Jakarta sebagaimana dimuat dalam almanak PBNU tahun 2013 menyebutkan, ijtima’ atau konjungsi akan terjadi pada Senin (8/7/2013) pukul 14:15:13 WIB, tinggi hilal saat dilakukan pengamatan 0o21’45” dengan posisi miring ke selatan, dan hilal akan berada di ufuk selama 3 menit 16 detik.
Berdasarkan data hisab tersebut, sesuai dengan kriteria imkanurrukyat atau visibilitas pengamatan, maka menurut prediksi hisab NU bahwa awal Ramadhan 1434 H akan jatuh pada hari Rabu (10/7/2013). Meskipun demikian “Meski menurut prediksi hisab Lajnah Falakiyah PBNU menyatakan bahwa awal Ramadhan 1434 H jatuh pada tanggal 10 Juli 2013, tetapi itu sebatas prediksi. Karena NU akan tetap menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan hilal sebagai dasar penentu awal Ramadhan 1434 H.” Hasil rukyat dari berbagai daerah dilaporkan pada posko Lajnah Falakiyah di kantor PBNU Lt 4, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, dan kemudian akan disampaikan di sidang itsbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama pada hari yang sama (8/7/2013). Kemudian setelah dilakukan Sidang Itsbat di Kementerian Agama dan Menteri Agama menetapkan awal bulan, barulah kemudian NU melakukan Ikhbar atau pengumuman resmi mengenai awal Ramadhan 1434 H.
Perbedaan penentuan awal Ramadhan ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Data Proyek Pengamatan Hilal Global (Islamic Crescent Observation Project/ICOP) yang berisi laporan pengamatan hilal di seluruh dunia menyebut 1 Ramadhan di Turki dan Amerika Serikat jatuh pada Selasa (9/7/2013). Adapun di Oman, Ramadhan dimulai pada Rabu (10/7/2013).
Di Arab Saudi dalam kalender Ummul Qura, berdasarkan data hisab, 1 Ramadhan diperkirakan jatuh pada Selasa. Namun, ini masih menunggu kepastian dari hasil rukyat dan penetapan oleh raja. Penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah di Arab Saudi dilakukan dengan melihat hilal. Namun, untuk sembilan bulan lain menggunakan kriteria terbentuknya hilal. Cara serupa juga dilakukan di Indonesia. Melihat hilal hanya dilakukan untuk tiga bulan yang terkait ibadah wajib saja. Untuk bulan-bulan lain, digunakan kriteria Imkannurrukyat 2o berdasarkan kesepakatan Majelis Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) sebagai batas minimal hilal bisa dilihat dengan mata telanjang.
Perbedaannya jika di Arab Saudi kewenangan penetapan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah menjadi kewenangan raja, di Indonesia kewenangan ini berada di Kementerian Agama meskipun sifatnya hanya sebagai fasilitator yaitu penetapannya berdasarkan hasil kesepakan sidang itsbat yang kemudian diumumkan dan ditetapkan oleh Menteri Agama. Ketentuan Ramadhan di Arab Saudi tidak bisa serta-merta diterapkan di Indonesia karena posisi hilal berbeda-beda di tiap tempat di permukaan bumi.
Perbedaan kriteria ketinggian hilal di ataslah yang membuat sama atau berbedanya awal bulan Hijriah sangat bergantung pada posisi Bulan, khususnya jika di bawah 2o. Posisi Bulan setiap menjelang awal bulan Hijriah bersifat dinamis, tidak selalu sama. Jika kesegarisan Matahari-Bulan-Bumi yang juga disebut konjungsi (ijtimak) terjadi menjelang terbenamnya Matahari, di bawah 2o biasanya akan terjadi perbedaan dalam memulai tiga bulan di atas.
Kondisi itulah yang terjadi pada Ramadhan kali ini. Konjungsi yang menandai siklus bulan baru terjadi pada Senin (8/7/2013), sekitar 3 jam sebelum Matahari terbenam dengan ketinggian hilal rata-rata dibawah 1o di berbagai wilayah Barat Daya Indonesia, seperti di Jogjakarta +0o 44’ 59”, di Jakarta +0o21’45”, di Bandar Lampung +0o36’57,31”. Dengan demikian saat Matahari terbenam, hilal sudah terbentuk (wujud) tetapi akan sulit diamati karena dianggap Bulan ”belum cukup umur”. (Alif)

HARI & TEMPAT KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SHALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM Oleh KH. Abdullah ‘Afif

I. HARI LAHIR
Al Hafizh Ibnu Rajab (wafat tahun 795 H) menulis dalam Kitab Lathaa`ifu
l Ma’aarif Fiimaa Li Mawaasimil ‘Aam Min Wazhaa`if halaman 101 :
وَالْمَشْه ُوْرُ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْجُمْهُو ْرُ أَنَّهُ وُلِدَ يَوْمَ الْإِثْنَي ْنِ ثَانِيَ عَشَرَ رَبِيْعِ الْأَوَّلِ وَهُوَ قَوْلُ ابْنِ إِسْحَاقَ وَغَيْرِهِ

Pendapat yang masyhur menurut ulama jumhur, Nabi Muhammad shallallaa hu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Itu adalah pendapat Imam Ibnu Ishaq dan yang lainnya
وَأَمَّا عَامُ وِلَادَتِه ِ فَالْأَكْث َرُوْنَ عَلَى أَنَّهُ عَامُ الْفِيْلِ
Adapun tahun kelahiran Nabi , kebanyakan ulama mengatakan tahun kelahiran beliau adalah tahun gajah
Link Kitab Lathaa`ifu l Ma’aarif Fiimaa Li Mawaasimil ‘Aam Min Wazhaa`if
http:// http://www.islampo rt.com/w/ akh/Web/ 2838/26.htm
Al Hafizh Ibnu Katsier (wafat tahun 774 H) menulisdalam Kitab Al Bidayah wa Annihayah juz II halaman 319-320:
بَابُ مَوْلِدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Bab Maulid Rasulullah shallallaa hu ‘alaihi wasallam
وُلِدَ صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَامُه ُ يَوْمَ الْإِثْنَي ْنِ.

Rasulullah -shalawaat ullaah ‘alaihi wasalaamuh uu- dilahirkan pada hari Senin
لِمَا رَوَاهُ مُسْلِمٌ فِيْ صَحِيْحِهِ مِنْ حَدِيْثِ غَيْلَانَ بْنِ جَرِيْرِ بِنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَعْبَدٍ اَلزِّمَّا نِيِّ عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ أَنَّ أَعْرَابِي ًّا قَالَ يَارَسُوْل َ اللهِ، مَا تَقُوْلُ فِيْ صَوْمِ يَوْمِ الْاِثْنَي ْنِ فَقَالَ: ” ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ وَأُنْزِلَ عَلَيَّ فِيْهِ
Baca lebih lanjut

Menganalisa listing bahasa assembly

 

 

Pemograman Bahasa Assembly

 

#include
ORG 0000H

MULAI : MOV P2,#00H
ACALL DELAY
MOV P2,#FFH
ACALL DELAY
SJMP MULAI

DELAY : MOV R0,#100
DELAY1 : MOV R1,#0FFH
DELAY2 : MOV R2,#0
DJNZ R2,$
DJNZ R1,DELAY2
DJNZ R0,DELAY1

RET
END

 

1. Mode Pengalamatan : Pengalamatan Kode

 

2. Elemen Intruksi :
a. DJNZ

b. SJMP

c. MOV
d. RET
3. Jenis jenis Intruksi :

a. Intruksi pemindahan data
Instruksi (MOV) digunakan untuk memindahkan data dari satu tempat ke tempat lain, atau juga digunakan untuk memindahkan data dari satu pin microcontroler ke pin yang lain.
   b. Instruksi lompatan bersyarat
DJNZ (Decrement and Jump if Not Zero) / mengurangi nilai sebuah register /alamat tertentu dengan nilai 1 dan jika hasilnya sudah NOL (0) maka instruksi selanjutnya akan dijalankan.

c. Instruksi lompatan
1. SJMP (Short Jump), melompat ke alamat / label untuk alamat kode yang pendek.
2. ACALL, Instruksi memanggil subrutin ke sebuah label/sub program.
3. RET (Return), digunakan untuk menghentikan subrutin dan melanjutkan ke instruksi berikutnya

4. Penjelasan Instruksi :

 

1. #include: header/mengikutsertakan file program lain.

2. ORG 0000H : ORG/OR Logic adalah Inisialisasi alamat mulai program.

3. MOV P2,#00H: Move from Memory/isi 00 heksadesimal ke port 2.

4. ACALL DELAY: Memanggil program sub-rutin dalam daerah memori-program, ACALL DELAY berarti Memanggil DELAY/Tunda.

5. SJMP MULAI: SJMP/Short Jump adalah pergeseran relatif terhadap nilai Program Counter saat instruksi ini dilaksanakan, SJMP MULAI artinya mengulang ke MULAI.

6. DJNZ R1,DELAY2 : DJNZ/Decrement and Jump if Not Zero  merupakan instruksi yang akan mengurangi 1 nilai register serbaguna (R0-R7) atau memori-data, dan Jump jika ternyata setelah pengurangan 1 tersebut hasilnya tidak nol.
7. RET : RET/Return From Subroutine adalah untuk menghentikan subrutin dan melanjutkan ke instruksi berikutnya
8. END : Penanda akhir program